MafiaBola

MafiaBola

Pernakah anda mendengar sebutan “mafiabola” , jika belum maka silahkan lanjut membaca, namun jika sudah, anda juga boleh membaca artikel ini lagi untuk sekedar referensi saja.

Mafiabola merupakan suatu tindak kejahatan yang dilakukan sejumlah oknum yang ingin mencari keuntungan secara sepihak atau hanya untuk menjatuhkan saingannya. Tindakan-tindakan mafiabola lebih banyak menuju ke arah pengaturan skor, namun ada beberapa kasus seperti sengaja membuat pemain cedera, meskipun sangat jarang di zaman sekarang ini.

Kasus Mafiabola banyak dijumpai pada event olahraga, dari sepakbola sampai boxing hingga olahraga lainnya. Namun disini kita akan lebih membahas Mafiabola yang lebih mengenai sepakbola dibandingan olahraga lainnya.

Indonesia baru-baru ini di hebohkan dengan berita mengenai mafiabola di kubu PSSI. Dari pengaturan skor hingga pengaturan juara. Adalah Persija Jakarta yang di isukan menjadi juara settingan pada Jan 2018 tahun lalu. lalu ada kasus Vigit Waluyo yang menjadi tersangka pengaturan skor yang terjadi di awal tahun ini. Bahkan kasus Vigit ini sempat heboh karena diduga terlibat dengan bandar Internasional, namun pernyataan tersebut tidak terbukti.

PSSI yang menjadi induk sepakbola Indonesia terlibat dengan kasus Mafiabola karena banyak pihak yang lebih mementingan kepentingan sendiri dalam organisasi tersebut, setidaknya itulah menurut Vigit. Dari pernyataanya, PSSI sebagai organisasi besar di Indonesia perlu di reformasi total. Hal ini karena adanya pemilik klub yang juga menjabat di PSSI. Hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa memang benar PSSI terlibat langsung dalam kasus Mafiabola yang menjerat Vigit.

Mafiabola

Vigit Waluyo terlibat langsung dengan pengaturan skor. Dalam pernyataanya dia melakukannya bukan untuk mencari keuntungan, namun hanya agar klubnya terus eksis di sepakbola Indonesia, dan tidak diganggu oleh Wasit. Nah loh, ternyata wasit juga terlibat? Setidaknya itulah yang terjadi, Vigit mengaku sudah menyetor Rp 25juta untuk para komite wasit yang berada di bawah PSSI. jelas disini satu per satu hal mulai terungkap. Hal ini di lakukan Vigit agar klubnya aman dari wasit di saat pertandingan. Seperti tidak diberikannya hukuman kartu disaat terjadi pelanggaran.

Dan semakin hari beberapa informasi mengenai Mafiabola di kubu PSSI semakin terekspos. Hal ini menyeret beberapa nama seperti Nasrul Koto, Andi Darussalam Tabusalla hingga nama Joko Driyono selaku ketua umum PSSI mulai diduga terlibat. Nah disini semakin menarik bukan? ternyata pengaturan skor menjadi hal yang mudah dilakukan di Indonesia ini. Yang menarik disini adalah Joko Driyono yang terlibat dalam pengaturan skor sepakbola, dia menjadi terdakwa setelah melakukan penghilangan dan perusakan barang bukti.

Sampai Plt Ketua Umum PSSI saja sudah terlibat dengan Mafiabola, bagaimana nasib sepakbola Indonesia ya?

Pengaturan skor bukan hanya terjadi di sepakbola nasional. Pengaturan skor, pengaturan pertandingan (match fixing) sering terjadi di sepakbola Italia yakni di Divisi ketiga, keempat dan kelima liga Italia. Musim 2014-2015 adalah musim paling parah dimana skandar besar-besaran mengenai Mafiabola ini menciut ke publik Italia. Hasilnya 50 orang menjadi tersangka dan ditangkap, lalu masih ada 70 lainnya yang masih diperiksa secara besar-besaran saat itu. Skandal tersebut jelas mencoreng muka Italia sebagai salah satu negara dengan sejarah sepakbola yang tinggi.

Skandal besar tersebut bukan hanya melibatkan segelintir orang, namun dari pemain, para pelatih, hingga presiden klub bahkan pihak manajemen lebih dari 30 klub ikut terlibat.

Lalu kasus Mafiabola seperti ini bukan hanya pernah terjadi di liga-liga besar. Bahkan pernah terjadi di Kualifikasi Piala Dunia loh.

Adalah Josep Lamptey yang berperan sebagai wasit dan terbukti melakukan manipulasi pertandingan. Saat itu Afrika Selatan berhasil menaklukan Sesnegal dengan skor 2-1 di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika pada 12 November 2016. Gol Afrika Selatan di menit 42 sangat kental dengan kontroversi. Josep Lamptey menghadiahkan penalti kepada Afrika Selatan karena secara sepihak menganggap pemain Senegal Kalidou Koulibaly melakukan handsball di zona gawang. Padahal sih dari tayangan ulang menunjukkan bola menyentuh lutut, Namun sang wasit tetap memberikan penalti.

Nah Di Divisi utama Inggris juga adalah skandal Mafiabola pengaturan skor loh, Percaya?

Mafiabola

Manchester United dan Liverpool menjadi tim yang mempermalukan nama baik mereka pada tahun 1915 silam. Manchester United kala itu sedang berjuang untuk lolos dari zona degradasi. Sedangkan Liverpool berada di papan tengah klasemen. Nah disinilah skandal pengaturan skor ini terjadi. Adalah Jackie Sheldon, kapten Liverpool saat itu yang menjadi biang dari konspirasi tersebut. Hal ini mencurigakan karena kejanggalan di lapangan kala itu. Sepakan Penalti yang bisa melenceng hingga sudut lapangan?? wow, itu lencengan nya jauh bro. Dari sanalah pihak FA mulai melakukan penyelidikan dan akhirnya menemukan bukti pengaturan skor beberapa pemain Liverpool dan Manchester United.

Demi kepentingan dan kesenangan Pribadi, beberapa oknum tersebut bahkan tidak segan melakukan hal curang yang akhirnya mencoreng sepakbola. Semoga kedepannya tidak ada lagi Mafiabola yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *